Home » Pendidikan » 2 Juta Tablet Untuk Digitalisasi Pendidikan 
ponsel smart phone balck market resmi di cekal

2 Juta Tablet Untuk Digitalisasi Pendidikan 

Sumatratimes.com Jakarta  — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan 2 juta tablet untuk menunjang proses belajar-mengajar berbasis digital di sekolah. Tablet tersebut akan diberikan kepada 36 ribu sekolah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Demikian disampaikan Mantan Mendikbud Muhadjir Effendy di Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019) lalu.

“Jumlahnya terbatas masih sekitar 2 juta (tablet) untuk siswa yang jadi peserta dan baru sekitar 36.000 sekolah untuk tahun ini,” lanjutnya.

Muhadjir, yang kini menjabat Mentri Koordintor,  mengatakan setiap tablet akan diberikan aplikasi yang menunjang pembelajaran. Aplikasi tersebut bernama ‘Rumah Belajar’ yang bisa diakses oleh seluruh siswa.

“Dimulai dengan mempersiapkan konten atau portal atau digital platform terutama digital platform yang kita beri nama ‘Rumah Belajar’ dan bersifat publik sehingga tidak berbayar dan ini sudah siapkan, sudah ada sejak 2011 tapi baru kita tangani betul-betul akan menjadi konten utama pada 2 tahun terakhir,” kata dia.

Muhadjir menyebut alokasi dana yang digunakan untuk pengadaan tablet adalah Biaya Operasional Sekolah (BOS) afirmasi dan BOS kinerja. Sementara sekolah yang akan menerima bantuan tablet tahun ini diprioritaskan di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) dan sekolah yang memiliki kinerja yang baik.

“Juga dananya tidak mengganggu yang sudah teralokasikan baik di DAK (Dana Alokasi Khusus) atau anggaran pusat kebetulan kita mendapatkan dana BOS afirmasi dan BOS kinerja,” imbuhnya.

Keberpihakan untuk wilayah 3T dan kinerja itu adalah sekolah yang dianggap kinerjanya baik. “Kita pilih sekolah yang kinerja baik tapi levelnya di bawah,” kata dia.

Muhadjir mengatakan, digitalisasi sekolah juga harus didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang menguasai teknologi informasi terutama kepada tim pengajar. Dia mengatakan setiap guru akan mengikuti pelatihan untuk menggunakan teknologi tersebut.

“Sehingga nanti program ini akan kita kembangkan dalam bentuk guru-guru inti yang nanti kemudian akan mengajari yang lain. Memang harus bersamaan, ketika sekolah sudah kita beri bantuan peralatan otomatis SDM-nya terutama guru harus disiapkan secara sungguh-sungguh,” kata dia.

Sementara itu, launching digitalisasi sekolah secara simbolis akan dilakukan pada Rabu (18/9) besok di Natuna, Kepulauan Riau. Acara akan dibuka langsung oleh Muhadjir. Muhadjir berharap digitalisasi sekolah akan dapat ditingkatkan setiap tahunnya.

“Mudah-mudahan tahun depan kita membuat yang jauh lebih besar. Sekarang sekitar 2 juta itu mudah-mudahan tahun depan bisa lima atau sepuluh kali lipatlah,” ungkapnya. (sumber : detiknews)

Redaksi : amran

x

Check Also

Kemenang Revisi Buku Pembelajaran Agama Islam

Sumatratimes.com — Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Dirjen Pendis Kemenag) H Kamaruddin Amin, memiliki gagasan ...