Home » Berita Utama » Mantan Kasat Reskrim Polres Kendari Mengaku Keluarkan Tembakan
Sidang disiplin membawa senpi saat pengamanan demo di Kendari. foto iNews.com

Mantan Kasat Reskrim Polres Kendari Mengaku Keluarkan Tembakan

JAKARTA — Mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kendari, AKP DK diadili atas dugaan menyalahi standar operasional prosedur (SOP) pengamanan demonstrasi mahasiswa di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra)  pada Kamis (26/9).

Pantauan Antara di ruang sidang Propam Mapolda Sultra, sidang disiplin dipimpin Kepala Bagian Pembinaan Operasi (Bin Ops) Biro Operasi AKBP Syaiful.

Terperiksa DK adalah salah satu dari enam anggota polisi yang dijerat pasal pelanggaran disiplin karena membawa senjata api saat pengamanan unjuk rasa di gedung DPRD.

Terperiksa DK yang saat ini dimutasi di bagian operasi Mapolda Sultra mengakui melepaskan tembakan di sekitar kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sultra.

Pada Kamis (17/10) telah digelar sidang disiplin terhadap 5 orang terperiksa lainnya, DM, MI, MA, H dan E yang saat ini dimutasi pada bagian pelayanan markas (Yanma) Mapolda Sultra.

Kabid Propam Polda Sultra, AKBP Agoeng Adi Koerniawan menjelaskan perbedaan jadwal sidang disebabkan keenam terperiksa memiliki atasan berhak menghukum (ankum) yang berbeda.

“Para terperiksa masing-masing diadili atasan berhak menghukum (Ankum) mereka. Kepala pelayanan markas menangani lima terperiksa. Sedangkan DK dia bagian operasional sehingga disidangkan Kabag operasional,” ujar Agoeng.

Para terperiksa terancam sanksi disiplin berupa penurunan pangkat, kurungan badan dan dibebaskan tugaskan dari jabatan.

Aksi unjuk rasa ribuan massa mahasiswa gabungan menolak RUU KUHP dan menolak revisi UU KPK dari sejumlah perguruan tinggi serta pelajar di Kota Kendari yang digelar Kamis (26/9) menyebabkan dua orang meninggal dunia.

Peserta demonstrasi Randi (21), mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Halu Oleo (UHO) dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak di dada sebelah kanan Kamis (26/9) sekitar pukul 15:30 Wita.

Sedangkan korban Muh Yusuf Kardawi (19) meninggal dunia setelah menjalani operasi akibat luka serius di bagian kepala di RSUD Bahteramas pada Jumat dini (27/9) sekitar 04:00 Wita.

Korban penembakan bukan hanya peserta unjukrasa tetapi juga seorang ibu hamil enam bulan yang sedang tertidur lelap di rumahnya Jalan Syeh Yusuf, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari Kamis (26/9) sekitar pukul 16:00 Wita.

Identifikasi sementara disebutkan bahwa peluru yang diangkat dari betis ibu hamil berkaliber 9 milimeter. Jarak rumah dari lokasi demontrasi bentrok antara mahasiswa dengan aparat pengamanan sekitar 2 kilo meter. Ia kena timah panas saat berada di dalam kamar.  Peluru datang dari atas menembus seng dan menancap di betis.

Redaksi /Editor : Amran
x

Check Also

Presiden Diminta Terbitkan Peraturan Pemerintah Tentang Syarat Nikah

Sumatratimes.com — Rencana penerapan sertifikat layak kawin disetujui berbagai kalangan. Memperoleh sertifikat layak kawin melalui ...