Home » Berita Utama » Prajurit Yonif 132/BS Tak Mengenal Waktu
Bapak Raja Paul mendapat pemeriksaan tensi darah dari personil kesehatan Satgas Yonif 132/BS

Prajurit Yonif 132/BS Tak Mengenal Waktu

TASINIFU – Malam tidak membuat kami lantas malas melangkahkan kaki melakukan anjangsana ke rumah Bapak Raja Paul di Desa Tasinifu.

Berbekal senter, agar tidak tersandung batu dan benda keras lainnya, personil Satgas Perbatasan Yonif 132/BS menelusuri jalan yang belum ada penerangan disepanjang jalan Desa Tasinifu, NTT.

Komandan Pos Aplal Kipur II Satgas Pengamanan Perbatasan Yonif 132/BS Sektor Barat Letnan Dua Infanteri Sumarlin Nasution, berserta 3 anggota yang mendapinginya satu diantaranya tamtama Kesehatan Pos Praka Rudi Hasibuan, mampir di rumah Bapak Raja Paul.

Dan Pos Aplal Kipur II Satgas Pengamanan Perbatasan Yonif 132/BS Sektor Barat Letnan Dua Infanteri Sumarlin Nasution, berserta 3 anggota memberikan bantuan sembako kepada Bapak Raja Paul, tokoh adat setempat.

Raja Paul adalah salah seorang tokoh adat yang sangat disegani warga Aplal, dan sekitarnya. Ia orang yang berpengaruh di desa itu yang berada jauh dipelosok NTT, berbatas dengan negara Timor Leste, yang dulu masuk provinsi ke 27 di Indonesia.

Namun waktu berkata lain, Timor Leste harus lepas dari pangkuan ibu pertiwi, tetapi tidak lantas membuat hubungan masyarakat perbatasan putus. Karena disini hukum adatlah yang mengikat mereka sehingga silaturahmi tetap terjalin baik.

Kurang lebih satu kilo perjalanan sampailah kami di rumah Bapak Raja Paul, dan kami pun disambut dengan wajah yang sangat sumringah yang menandakan kami diterima oleh beliau.

Kami pun mulai berbincang bincang ringan dan sesekali tertawa lepas dari guyonan salah satu anggota Pos Aplal Praka Joko sehingga suasana mencair dan lebih rileks, disana kami pun memberikan sembako dan sekaligus memeriksa tensi dan kesehatan Bapak Raja dan keluarganya.

Sampailah pada tahap maksud dari kedatangan kami, yaitu menyampaikan hajat memberdayakan lahan untuk membuka Kebun Desa yang kebetulan lahan tersebut milik Bapak Raja Paul.

Bibit yang kami miliki tentunya dari pemberian Komandan Satgas Yonif 132/BS Letkol Infanteri Wisyuda Utama. Dan Satgas Yonilf 132/BS penyampaian beliau yaitu agar bibit-bibit tersebut dapat dimanfaatkan warga binaan Pos Aplal. Sehingga dari hasil kebun itu nantinya dikembalikan kepada pemilik tanah sehingga dapat bermanfaat dan syukur syukur dapat menambah penghasilan bagi pemilik tanah atau warga.

Malam mulai larut kamipun pamit kembali ke Pos Aplal untuk mempersiapkan tugas yang akan datang besok.

 

Redaksi / Editor : Amran

x

Check Also

Otak Pelaku Pembunuh 2 Wartawan Labuhan Batu Ditangkap

umatratimes.com, Medan — Polisi menangkap lima tersangka pembunuh dua aktivis Sanjay Siregar dan Maraden Sianipar di Perkebunan Sawit KSU Amelia, ...