Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home » Berita Internasional » Ketua Parlemen Kuwait: Memalukan, Palestina Hadapi Israel Sendirian
Dua wanita Palestina mengalamin tindakan kekerasan oleh tentara Israel saat akan melaksanakan solat Idul Adha 1440 H di Masjidil Al Aqsa, Yerusalem.

Ketua Parlemen Kuwait: Memalukan, Palestina Hadapi Israel Sendirian

 

KUWAIT CITY – Ketua Parlemen Kuwait, Marzouq al-Ghanim, menyerukan dunia Arab, negara-negara masyoritas Islam, dan internasional, untuk mengambil tindakan menekan Israel.

Sebagai mana diberitakan sindonews.com, seruan ini dikeluarkan setelah polisi Israel menyerang jamaah di Masjid Al – Aqsa pada Idul Adha lalu, untuk menunaikan solat.

“Serangan brutal yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Zionis terhadap jamaah di halaman Masjid Al Aqsa, pada pagi hari Idul Adha, sekali lagi membuktikan runtuhnya seruan palsu untuk perdamaian, dan proyek-proyek pemukiman kosong, dengan entitas pendudukan yang hanya tahu logika penindasan dan kekerasan,” kata al-Ghanim, dalam sebuah pernyataan.

“Sangat memalukan dan tercela untuk meninggalkan Palestina menghadapi musuh sendirian, tanpa bantuan, dan dukungan,” imbuhnya.

“Mempertahankan entitas perampas ini adalah kewajiban agama, dan bagian dari nasib kita, jika kondisi militer kita tidak menguntungkan, ini tidak mencegah tindakan setiap hari pada tingkat politik, budaya dan hak asasi manusia melemparkan Badan-badan Arab, Islam dan internasional,” tukasnya seperti dikutip dari Middle East Monitor, Selasa (13/8/2019).

Al-Ghanim dikenal karena dukungannya untuk Palestina dan penolakannya atas serangan Israel terhadap Palestina dan situs-situs suci umat Muslim. Pada Oktober 2017 dia mengatakan kepada delegasi Israel untuk meninggalkan konferensi Inter-Parliamentary Union (IPU) yang sedang diadakan di Rusia.

“Kamu harus mengemas tasmu dan keluar dari aula setelah kamu melihat reaksi parlemen terhormat dunia,” tegasnya.

“Keluar dari aula sekarang jika kamu memiliki atom yang bermartabat. Kamu penjajah, pembunuh anak-anak,” ujarnya.

Dia melanjutkan: “Aku berkata kepada penjajah yang brutal, jika kamu tidak merasa malu, maka lakukan sesukamu.”

Dia kembali ke Kuwait beberapa hari kemudian untuk menyambut pahlawan dan dipuji oleh Emir Kuwait Sabah al-Ahmad al-Sabah.

Shalat untuk Idul Adha, yang dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia, diadakan di Masjid al-Aqsa pada hari Minggu tetapi dinodai oleh pemukim Israel yang menyerbu situs suci umat Muslim itu.

“Sejak pagi, lebih dari 1.729 pemukim Yahudi telah memasuki kompleks,” Firas Al-Dibs, juru bicara Otoritas Endowmen Keagamaan Yerusalem dalam sebuah pernyataan.

“Serbuan pemukim didukung oleh petugas polisi Israel,” katanya.

Pasukan pendudukan Israel menggunakan gas air mata, peluru berlapis karet, dan pentungan untuk membubarkan umat Muslim agar memberi jalan bagi orang Yahudi untuk menyelesaikan ritual mereka di lokasi.

Editor : Amran

x

Check Also

Teori Crack, Warisan Habibie untuk Industri Dirgantara

JAKARTA — Presiden RI ke tiga, Bacharudin Jusuf Habibie, meninggal dunia pada Rabu (10/9) pukul ...