Home » Berita Internasional » Lanjutan Demo Hong Kong, 105 Penerbangan Dibatalkan
Puluhan ribu warga Hong Kong turun ke jalan

Lanjutan Demo Hong Kong, 105 Penerbangan Dibatalkan

 

JAKARTA — Bandara Internasional Hong Kong dilaporkan membatalkan sedikitnya 105 penerbangan pada Senin (5/8) pagi menyusul rencana para pedemo untuk menggelar demontrasi susulan penolakan RUU Ekstradisi di seluruh kota Hong Kong.

Diberitakan CNN Indonesia, juru bicara bandara memastikan para penumpang untuk memeriksa kembali jadwal penerbangan mereka hari ini, Senin (5/7/2019) meski tak menjelaskan alasan pembatalan tersebut.

Bandara Internasional Hong Kong merupakan salah satu bandara tersibuk di dunia, di mana sebagian penerbangan lintas benua melakukan singgah di bandara tersebut.

“Otoritas bandara menyarankan para penumpang untuk memeriksa jadwal penerbangan dan informasi penerbangan baru kepada maskapai. Para penumpang juga diimbau datang ke bandara hanya ketika kursi dan waktu penerbangan sudah terkonfirmasi tersedia,” bunyi pernyataan Bandara Internasional Hong Kong seperti dikutip AFP.

Selain pesawat, layanan kereta api bawah tanah juga ikut terdampak demonstrasi. Operator kereta api MTR Corp mengumumkan penangguhan layanan menuju wilayah pusat seperti Causeway Bay, dan Quarry Bay.

Layanan kereta dari Kowloon Tong menuju stasiun di perbatasan Hong Kong-China juga dikabarkan ikut terganggu. Tak cukup berunjuk rasa selama akhir pekan kemarin, para pedemo dikabarkan akan kembali melakukan protes besar-besaran di seluruh wilayah hari ini.

Para demonstran juga bertekad untuk melumpuhkan Hong Kong yang merupakan salah satu pusat perekonomian di Asia.

Pemimpin Hong Kong, yang berkiblat ke China, Carrie Lam, menyatakan akan mengadakan konferensi pers sekitar pukul 10.00 waktu lokal untuk merespon situasi wilayahnya yang semakin tak kondusif ini.

Dikutip Reuters, unjuk rasa selama akhir pekan kemarin juga berlangsung rusuh di mana aparat kepolisian sampai harus menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Pemerintah Hong Kong menganggap protes kemarin telah menggiring wilayah itu “ke situasi yang sangat berbahaya.”

Polisi memaparkan telah menangkap 44 orang terkait bentrokan selama akhir pekan lalu. Jutaan orang dilaporkan telah turun ke jalan sejak awal Juni 2019 lalu. Unjuk rasa diawali protes warga terkait rancangan undang-undang ekstradisi yang memungkinkan tahanan Hong Kong diekstradisi ke daratan China.

Meski pemerintah dan parlemen telah membatalkan RUU itu, para pemrotes tetap berunjuk rasa menuntut Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, mundur. Para pengunjuk rasa juga menuntut otoritas Hong Kong memberikan kebebasan berekspresi, dan membebaskan para pedemo yang ditahan.

Tak hanya jalanan, demonstrasi juga berlangsung di depan kantor parlemen, gedung Kantor Perhubungan dengan China, hingga terminal kedatangan Bandara Internasional Hong Kong.

Selain aktivis, unjuk rasa juga diikuti oleh para pegawai negeri sipil hingga asosiasi pramugari Hong Kong. Protes ini telah membawa Hong Kong ke dalam krisis politik terburuk sejak penyerahan kedaulatan atas wilayah itu dari Inggris kepada China pada 1997 lalu.

 

Editor : Amran

x

Check Also

Pemberlakuan Visa Turis, Saudi Kedatangan 24.000 Wisatawan

RIYADH – Arab Saudi menyembut kedatangan hingga 24.000 wisatawan hanya dalam 10 hari sejak pemerintah negara ...