Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home » Berita Utama » Ketua MUI Rohil: Saling Memaafkan Tanda Insan Bertaqwa

Ketua MUI Rohil: Saling Memaafkan Tanda Insan Bertaqwa

 

Bagansiapiapi – Bupati Rohil H Suyatno, bersama istri, Hj Wan Mardiana Suyatno, Rabu, (5 Juni 2019), melaksanakan Sholat Ied Idul Fitri 1440 H/2019 di Masjid Al-Khairiyah, Jalan Madrasah, Kelurahan Bagan Timur, Kecamatan Bangko. Ramai masyarakat sekitar Masjid Al-Khairiyah melaksanakan Solat Ied Idul Fitri 1440 H/2019 bersama Bupati dan Istri.

Adapun imam solat ied H Muhammad Yusuf, dan bilal Mustofa, serta khatib Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Rohil H Ucok Indra. Adapun tema tauziah yang disampaikan Ketua MUI Rohil H Ucok Indra adalah   ‘Menebar Maaf, Membangun Kebersamaan’.

Dalam tausiyah Khotib sekaligus Ketua MUI Rohil H Ucok Indra mengatakan sudah satu bulan lamanya Umat Islam di seluruh dunia melaksanakan ibadah puasa memenuhi perintah Allah SWT, untuk melatih mental, mengendalikan dan menahan diri dari tipu daya syaiton, yang merusak tatanan pergaulan masyarakat yang.harmoni, dan sebagai kesempatan meningkatkan taqwa dan tafakkur kepada Allah.

“Bulan puasa itu merupakan peluang yang sangat istimewa bagi kaum muslimin (umat Islam), untuk berusaha meningkatkan diri menjadi insan muttaqien, serta merugikan bagi mereka yang tidak berpuasa, meski secara fisik mampu dilakukan,” kata Ketua MUI Rohil H Ucok Indra.

Di hari raya Idul Fitri ini pula, jelas Ucok, Umat Islam harus saling menebar maaf, memberi dan meminta maaf. Memberi dan meminta maaf, kata Ketua MUI, merupakan sikap yang dianjurkan oleh Allah SWT.

“Sikap mudah memberi dan dan meminta maaf merupakan salah satu ciri orang bertaqwa. Orang yang suka memberi dan meminta maaf sebagai tanda seseorang itu memiliki nilai kepribadian dan ketaqwaan sangat luhur,” ujar Ucok.

Orang-orang yang suka memberi maaf dan meminta maaf terebut, jelas Ucok Mukhtar, sebagai mana firman Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 133-134, yang artinya: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari tuhan mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa (133). (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan marahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”.

“Kata ‘Maaf’ memiliki makna yang luar biasa dalam kehidupan. Kata ini bisa menghapus dendam, sakit hati, pertengkaran, dan semua hal yang berhubungan dengan hati. Dengan meminta maaf atau memaafkan berarti kita telah menang. Menang disini berarti menang melawan hawa nafsu. Kemenangan itu dapat menghadirkan rasa damai atas diri si pemberi dan atau penerima maaf,” tutur Ucok Indra.

Agama Islam, terang Ucok, menganjurkan setiap insan untuk memberi maaf, atas kezaliman yang dibuat orang lain. Kezaliman, ujarnya, tidak akan berhenti tanpa ada usaha kita menghentikannya. Allah SWT, sebut Ucok, menjamin pahala bagi orang-orang yang mampu membalas kejahatan dengan perbuatan baik atau memaafkan.

“Sesama muslim adalah saudara. Jadi sudah seharusnya kita menghindari hal-hal yang dilarang agama. Dari Abu Hurairah RA, berkata Rasulullah SAW: “Seorang muslim adalah saudara sesama muslim, tidak.boleh menganiaya sesamanya, tidak boleh membiarkannya teraniaya, dan tidak boleh merendahkanjya. Taqwa (kepatuhan kepada Allah) itu letaknya di sini…” Dan beliau mengisyaratkan ke dadanya. Perkataan ini diulanginya sampai 3 kali. “Cukup besar kesalahan seseorang apa bila ia menghina (merendahkan) saudaranya sesama muslim. Setip muslim terhadap sesama muslim, terlarang menumpahkan darahnya (membunuh atau melukai), merampas hartanya, dan merusak kehormatannya (nama baiknya),” pungkas Ucok Indra. (Amran)

x

Check Also

Wabup Rohil H Jamiludin Kukuhkan Paskibra Rohil 2019

  ROHIL – Wakil Bupati (Wabup) Rohil H Jamiludin, mewakili BupatI Rohil H Suyatno, mengukuhkan ...